Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Maret 2011

Pelajar Terseret Ombak Belum Ditemukan

PURWOREJO - Dua orang pelajar SMK Informatika Wonosobo Reztu Yulianto (17) dan Doni Kristianto (17) yang dilaporkan hilang terseret keganasan ombak di pantai selatan Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Minggu (20/3) sore, hingga Senin (21/3) siang belum juga ditemukan.

Tim SAR bersama aparat Polsek Purwodadi serta nelayan masih terus melakukan pencarian. Sementara keluarga kedua korban masih terus menunggui perkembangan proses pencarian di pinggir pantai. Keluarga kedua korban sudah menginap semalam dan berencana akan terus menunggu hingga ada kejelasan kedua korban ditemukan.

Proses pencarian tidak bisa dilakukan dengan mengarungi lautan karena ketinggian ombak kemarin lebih dari tiga meter. Tim SAR hanya bisa melakukan penyisiran di sepanjang pantai ke arah barat dan timur dari lokasi di mana kedua korban pertama kali terseret ombak.

Anggota tim SAR Mulyoto mengungkapkan, pencarian ke arah barat sudah dilakukan sampai wilayah Kecamatan Ngombol. Sedangkan ke arah timur sudah sampai di muara sungai Bogowonto yang merupakan perbatasan langsung dengan Pantai Congot, Kulon Progo, DIY.

”Kondisi ombak tidak memungkinkan kita turun ke laut. Pencarian hanya bisa dilakukan dengan menyisir seperti ini,” katanya saat ditemui di sela-sela proses pencarian.

Menurut Mulyoto, kedua korban terseret ombak tepat di pertemuan air antara arus dari arah barat dan timur atau warga sekitar menyebutnya dengan istilah titik lebeng. Menurutnya, di titik lebeng ini, arus bawahnya sangat kuat dan lebih dalam di bandingkan hamparan pantai lainnya.

”Apalagi kalau korban tidak bisa berenang. Begitu terseret ombak dan ketarik masuk ke lebeng, ya sulit sekali untuk bisa keluar. Tidak ndisiki kerso (mendahului kehendak Tuhan, red) kemungkinan korban selamat sangat kecil,” katanya.

Nelayan setempat Waryanto (45) membenarkan hal itu. Berdasarkan pengalaman, wisatawan yang terseret ombak dan masuk lebeng kemungkinan selamatnya sangat kecil.

Seperti diwartakan sebelumnya, lima orang pelajar terseret ombak saat bermain di pantai tersebut Minggu (20/3) sekitar pukul 13.30. Tiga orang berhasil diselamatkan, dan dua sisanya belum ditemukan.

Tiga pelajar merupakan rombongan tur wisata dari SMK Informatika Wonosobo dan berhasil diselamatkan terdiri dari Rizki Andri Setiawan (17) warga Perum Manggisan Indah Wonosobo, Heru Setiono (17) warga Pojok Kramatan Ngasinan Wonosobo, dan Burhanudin Alwi (17) warga Trembelang Wonosobo.

Sumber: Suara merdeka

Read More......

Kamis, 10 Maret 2011

TPR Jatimalang Kembali Ditutup Warga


Warga Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo kembali menutup tempat pemungutan retribusi (TPR) Pantai Jatimalang. Penutupan TPR tersebut menyebabkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo kembali kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Terhitung sejak Maret 2011, tidak ada satupun warga atau petugas Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Pariwisata (Dinhubkominpar) Purworejo yang menjaga TPR dan memungut retribusi tiket masuk objek wisata andalan Purworejo itu.

"Kami sepakat tidak lagi menjaga TPR Jatimalang, terhitung sejak Maret 2011, loket dibiarkan tanpa petugas," ucap Suwandi, Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD) Jatimalang, Kamis (10/3).

Suwandi menegaskan, penutupan TPR itu merupakan buntut adanya anggapan pengingkaran janji oleh Dinhubkominpar Kabupaten Purworejo. Selama Februari 2011, dinas beserta warga menjaga dan memungut retribusi wisata. Padahal, selama dijaga pada Februari 2011, TPR Jatimalang berhasil mendapat retribusi sedikitnya Rp 23 juta. Retribusi tersebut seluruhnya disetor kepada Pemkab Purworejo.

Menurutnya, sebelum kembali dijaga kembali warga beserta dinas, pemerintah telah menggelar pertemuan dengan perangkat desa. Dalam pertemuan pada akhir Januari tersebut, perwakilan desa kembali meminta adanya bagi hasil pembagian retribusi 70 % untuk PAD dan 30 % masyarakat Jatimalang.

"Kami minta syarat itu, dan disanggupi, sehingga TPR kembali dijaga dinas dan warga. Namun, saat ditagih pada akhir Februari, ternyata tidak diakui," bebernya.

Ditambahkan, dalam rapat tersebut memang warga tidak membuat kesepakatan tertulis. Warga lanjutnya, percaya dengan pernyataan kesanggupan secara lisan diungkapkan perwakilan dinas.

"Karena percaya, sehingga kami mau menjaga lagi. Saat itu juga diungkap, penjagaan TPR menjadi semacam ujicoba hingga diterbitkannya peraturan Bupati (Perbup) yang menjadi payung hukum bagi hasil antara Jatimalang dengan Pemkab," imbuhnya.

Dikatakan, tuntutan warga Jatimalang merupakan hal yang wajar. Menurutnya, warga memiliki peranan yang besar dalam membangun dan menjaga objek wisata Pantai Jatimalang. "Kalau ada kerusakan jalan atau sarana lain, warga juga yang memperbaiki secara swadaya," tandasnya.

Kini, lanjutnya, Jatimalang hanya menuntut adanya realisasi bagi hasil retribusi objek wisata 70 % : 30 % dengan Pemkab Purworejo. Selain itu, setiap libur Lebaran dan Tahun Baru, pengelolaan TPR harus dilakukan oleh warga. "Jika tidak bisa, sebaiknya dibiarkan saja tanpa penjaga," tegasnya.

Sementara itu, saat diminta konfirmasi, Kabid Pariwisata Dinhubkominpar Kabupaten Purworejo, Sumarno mengakui adanya penutupan TPR tersebut. Namun, ia menyatakan, persoalan tersebut kini juga ditangani oleh Wakil Bupati Purworejo. "Sudah ditangani Wakil Bupati," katanya.

Sumber:KRjogja

Read More......

About This Blog

Blog ini berisi kumpulan berita dari berbagai sumber.

Terutama yang berhubungan dengan Purworejo.

Semoga bisa membantu anda mengenal kota ini lebih dalam.

Terimakasih.

Berita Purworejo 2010 Presented By d-_-b

Back to TOP