Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Maret 2011

Video Panas Anggota FPAN DPRD dan Istri Bocor, Hebohkan Purworejo

Purworejo - Video panas wakil rakyat kembali beredar. Namun berbeda dengan video yang sudah-sudah, video yang menghebohkan warga Purworejo, Jawa Tengah, itu diperankan oleh sang politisi dan istri.

Dari penelusuran detikcom, Kamis (3/3/2011), diketahui sang politisi, berinisial IF, adalah anggota DPRD Puworejo dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN). Dia adalah anggota DPRD termuda dan anak tokoh ternama di Purworejo.

Sementara wanita tersebut, MH, merupakan istri sah dari pernikahan IF yang kedua. MH adalah anggota PNS Pemkab Purworejo.

Video yang berdurasi kurang lebih tiga menit itu sudah beberapa hari ini beredar di Purworejo. Sejumlah warga juga menyakini, 'aktor' dalam video tersebut adalahsang politisi yang dimaksud.

Bahkan Hartono, salah seorang teman dekat IF, membenarkan pemeran dalam video itu adalah IF dan MH. “Soal siapa yang menyebarkan video itu saya sama sekali tidak tahu. Siapa pun pelakunya, yang pasti yang menyebarkannya adalah orang yang benar-benar tidak bertanggung jawab,” kata Hartono.

Hanya saja, Hartono menuturkan, kepadanya IF pernah bercerita sempat menjual sebuah laptop, yang kemungkinan menjadi awal beredarnya video dokumentasi pribadi itu.

“IF itu orangnya suka teledor mungkin di dalam laptopnya file video yang sempat disimpan sudah dihapus. Tetapi saat dijual di folder recycle bin tidak dihapus oleh IF. Bisa jadi diambil pembelinya dan disebarkan kemana-mana video IF itu,” ungkap Hartono yang merasa kasihan dengan teman dekatnya itu.

Setelah tersebarnya video panas itu, Hartono juga berulangkali mendapat telepon dan didatangi beberapa pejabat serta rekan-rekan IF yang penasaran ingin melihat video itu.

“Tidak hanya saya saja. Bahkan IF juga sore tadi melalui telepon genggamnya mengeluh kepada saya kalau di kotak pesan Facebooknya banyak pesan masuk yang berisi tentang permintaan video mesum itu,” ujar Hartono.

Saat ditanya apakah IF akan melaporkan kejadian penyebaran itu ke polisi, Hartono menyatakan sampai saat ini belum ada niatan untuk melaporkan kasus penyebaran video itu ke polisi. “Sepertinya IF belum ada niatan untuk melaporkan peredaran video itu ke polisi. Dia sendiri merasa dilema sebab sudah masuk ke ranah kehidupan pribadinya,” tutur Hartono.

Saat detikcom berusaha mengkonfirmasi IF, ponselnya dalam kondisi aktif. Namun, dia tidak mengangkatnya. Menurut Hartono, posisi IF saat ini sedang rapat bersama seluruh anggota dan pimpinan DPRD Purworejo di Yogyakarta.

sumber: detikNews

Read More......

Jadi Korban, Anggota DPRD Purworejo Didorong Segera Lapor Polisi

Jakarta - DPP Partai Amanat Nasional (PAN) sudah mendengar kabar beredarnya video panas seorang anggota DPRD Purworejo bersama istrinya. DPP PAN mendorong agar sang anggota DPRD dari PAN itu segera melapor ke polisi sebagai korban.

"Kami menyesalkan kejadian ini. Kami tegaskan dia adalah korban, bukan pelaku kejahatan. Jadi kami mendorong dia melapor ke polisi sebagai korban," kata Ketua DPP PAN Tjatur Sapto Edy, Kamis (3/3/2011).

Tjatur yang merupakan anggota legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VI (Magelang, Temanggung, Purworejo, Wonosobo) mengaku telah menghubungi langsung sang anggota DPRD itu, Iwan Fajarudin. Informasi yang disampaikan Iwan, bahwa video panas bersama istri sahnya itu merupakankoleksi pribadi yang pernah dia simpan di laptopnya.

"Itu koleksi pribadi dengan istri sahnya. Dia tidak punya niat sama sekali agar video itu diketahui oleh orang lain. Dia menjadi korban," jelas Tjatur.

Menurut Tjatur, Iwan mengaku video panas itu sebenarnya sudah ia hapus dari laptopnya, sebelum laptop itu ia jual. "Tapi di recycle bin, belum kehapus. Jadi sepertinya direstore lagi oleh si pembeli laptop. Saya sudah minta dia membuat kronologi dan lapor polisi," ujar politisi muda yang kini menjabat sebagai Ketua FPAN DPR itu.

Bagi Tjatur, dalam kasus ini, tidak ada pelanggaran sama sekali yang dilakukan Iwan. "Tidak ada unsur melawan hukum, baik itu UU Anti Pornografi maupun UU ITE. Dia hanya teledor yang tidak disengaja, karena tidak menghapus di recycle bin itu. Karena itu, polisi harus cari tahu siapa yang menyebarkan itu," kata alumnus ITB yang kini menjabat wakil ketua Komisi III DPR tersebut.

Tjatur memastikan tidak ada unsur politik internal terkait beredarnya video panas itu. Dia menegaskan hal ini karena beberapa hari mendatang akan digelar Musda PAN untuk memilih ketua DPD PAN Purworejo yang baru. Iwan Fajarudin merupakan salah seorang calon ketua yang akan maju.

"Tidak ada unsur politik, termasuk terkait Musda PAN nanti. Iwan juga tetap bisa maju sebagai calon ketua, meski sedang ada kasus ini," terang Tjatur.

Sumber: detikNews

Read More......

Video Panasnya Beredar, Iwan Sempat Dipanggil Pimpinan DPRD Purworejo

Purworejo - Anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari FPAN, Iwan Fajarudin, mengaku dipanggil pimpinan DPRD Kabupaten Purworejo pasca beredar video panas Iwan bersama istrinya, MH. Pemanggilanya terkait permintaan pimpinan Dewan untuk mengklarifikasi bocornya video panas tersebut.

Bahkan, Iwan terpaksa menghadirkan Hartono untuk menjadi saksi di depan pimpinan Dewan bahwa wanita yang ada di dalam video itu adalah benar-benar istri sahnya.

Dari hasil pertemuan yang dilakukan pada Selasa (2/3/2011) siang kemarin disimpulkan agar Iwan diberikan tugas untuk mencari siapa sebenarnya penyebar dan pembocor video mesumnya. Sebab video tersebut saat ini sudah menjadi pembicaraan dari mulut ke mulut masyarakat Purworejo.

"Saya Disuruh mencari yang mencemarkan nama saya dan yang menyebarkan video saya dan istri. Masih saya cari dan untuk infromasi awalnya dari mana itu berangkat? Setelah saya cek ricek ternyata dari kalangan Dewan. Dugaan kuat seseorang itu yang sengaja untukmemperlihatkan ke beberapa temen-temen," kata Iwan saat dihubungi detikcom, Kamis (3/2/2011).

Iwan menyatakan bocornya video panasnya bersama istrinya itu adalah sebuah kecelakaan, dan dirinya merasa menjadi korban.

Dia juga merasa sangat menyesal atas keteledoran tersebut mengapa saat menjual laptopnya di salah satu mall di Kabupaten Purworejo tidak melakukan cek dan ricek laptopnya.

"Keteledoran dan kebodohan saya saat menjual laptop. Saya tidak menghapus bersih file-file saya yang ada di laptop. Termasuk yang ada di recycle bin-nya. Akhirnya, file video saya itu dimanfaatkan untuk menjatuhkan saya menjelang musyawarah DPD PAN Tingkat II Purworejo," kata Iwan.

Iwan berencana sore ini akan ke Polres Purworejo untuk berkonsultasi dengan pihak kepolisian sampai sejauh mana kasus ini.

"Sore nanti atau besok sore saya akan ke Polres untuk koordinasi lebih dulu dengan polisi setelah rapat," jelas Iwan sambil menyatakan dirinya saat ini masih berada di Yogyakarta untuk mengikuti rapat sebagai anggota Dewan.

Iwan menyadari bahwa itu salah satu bagian dari ujian serta konsekuensi dirinya berkecimpung di dunia politik. Menurutnya butuh waktu yang tidak sebentar mengembalikan namanya di mata masyarakat.

"Akan butuh waktu lama untuk memperbaiki nama saya yang sengaja dijatuhkan oleh rival politik saya dengan cara tidak fair ini," ujar Iwan.

Sumber: detikNews

Read More......

Rabu, 12 Januari 2011

Duh Gusti.... PSK di Purworejo Tambah Banyak

Jumlah pekerja seks komersial (PSK) dan gelandangan di Kabupaten Purworejo sejak beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan cukup tajam. Bahkan khusus untuk PSK diprediksikan mengalami peningkatan hingga sekitar 115 persen jika dibanding lima tahun lalu.

“Ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat, dan masalah yang sangat klise, tuntutan ekonomi,” jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertranssos) Purworejo Sumharjono Ssos MM di Purworejo, Rabu (12/1).

Tanpa menyebutkan angka riil, Sumharjono mengatakan, para PKS yang berkeliaran di Purworejo sebagian juga bukan warga asal Purworejo. Hal ini dapat dilihat pada setiap kegiatan operasi. “Dari identitas mereka (KTP) banyak yang berasal dari luar Purworejo,” katanya.

Kondisi yang sama juga terjadi pada gelandangan yang diprediksikan mengalami peningkatan, meskipun tidak sebanyak PSK. “Kaum gelandangan mengalami peningkatan sekitar 18 persen. Itu pun sebagian juga berasal dari luar Purworejo,” jelasnya.

Untuk menangani masalah sosial ini kata Sumharjono, pihaknya bersama instansi terkait selalu berupaya melakukan razia, dan berupaya menyadarkan mereka. “Namun karena keterbatasan sarana dan prasarana pembinaan maupun pelatihan, sebagian diantara mereka juga dilepas kembali,” jelasnya.

Sumber:KRjogja

Read More......

Senin, 10 Januari 2011

Mbah Giyo Tinggal Bersama Kerbau Sejak Kecil

Akibat himpitan ekonomi dan kemiskinan, seorang kakek warga Sukokebokuning, Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah, terpaksa bertahun-tahun tidur di kandang kerbau. Selain faktor ekonomi, sang kakek terpaksa tinggal di kandang karena tak punya keluarga.

Kakek malang bernama Mbah Giyo mengaku terbiasa makan dan tidur di kandang sejak kecil. Kerbau-kerbau yang sering dipelihara oleh Mbah Giyo ini juga bukan miliknya melainkan milik beberapa pedagang ternak yang menitipkan untuk dipelihara sebelum laku terjual.

Meski hidup dengan kerbau dan hanya beraktivitas mencarikan rumput untuk pakan, Mbah Giyo mengaku cara hidupnya ini lebih tenang. Bahkan karena sejak kecil hidup bersama kerbau, tak jarang warga sekitar memberikan julukan "Manusia Kerbau" kepada kakek 70 tahun ini.

Entah karena himpitan ekonomi atau mengalami kelainan, selain tidak mau berkeluarga, Mbah Giyo jarang bergaul dengan warga sekitar. Namun yang jelas kehidupan Mbah Giyo ini hanya sebagian potret kecil di antara jutaan rakyat miskin yang masih ada di Indonesia.

Sumber: Liputan6

Read More......

Rabu, 15 Desember 2010

Pertumbuhan Penduduk Purworejo Minus 0,15 Persen


Laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Purworejo setiap tahunnya selama sepuluh tahun terakhir mengalami minus 0,15 persen. Akibatnya jumlah penduduk juga mengalami penurunan dari sekitar 700 ribu jiwa menjadi 694.404 jiwa.

"Ini masih berdasar penghitungan cepat dari hasil sensus penduduk 2010. Sedang akuratnya masih disusun. Namun jumlah itu sudah mendekati kebenaran,” jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Purworejo Drs M Isbani dalam sosialisasi hasil sensus penduduk 2010 yang berlangsung di Hotel Plaza Purworejo, Rabu (15/12).

Sosialisasi ini diikuti para perwakilan dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan para camat se Purworejo. Dari jumlah penduduk itu menurut Isbani, 342.957 diantaranya laki-laki dan 351.447 perempuan.

Dari hasil sensus itu pula lanjut Isbani, penyebaran penduduk Purworejo tidak merata. “Penyebaran penduduk masih bertumpu di Kecamatan Purworejo, yakni sebesar 8,37 persen atau 83.174 jiwa,” katanya.

Sedang kepadatan kedua di Kecamatan Kuktoarjo dengan jumlah penduduk mencapai 58.103 jiwa. Dan wilayah Kecamatan Bagelen, Kaligesing serta Ngombol, merupakan tiga kecamatan dengan urutan terbawah yang memiliki jumlah penduduk paling sedikit masing-masing 28.658 jiwa, 29.172 jiwa, dan 30.714 jiwa.

Melihat dari luas wilayah Purworejo sekitar 1084,74 kilo meter persegi yang dihiai 694.404 jiwa, maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Purworejo sebanyak 640 orang per kilo meter persegi.

Sumber:KRjogja

Read More......

Senin, 13 Desember 2010

Sakit, Seorang Jamaah Haji Purworejo Masih Dirawat di Jeddah

Seorang jamaah haji asal Kabupaten Purworejo Hj Sri Sawiyah binti Amat Ngasirin (65) warga Desa Dukuh Dungus RT 03/RW03 Kecamatan Grabag hingga kini belum dapat kembali ke tanah air. Yang bersangkutan terpaksa tidak bisa terbang bersama kelompoknya karena menderita sakit.

“Hj Sri Sawiyah kini masih mendapat perawatan dan dibawah pengawasan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Jeddah,” ujar Kepala Staf Penyelenggaraan Ibadah Haji Purworejo Drs H Khozin Sukardi MAg pada acara penerimaan jamaah haji oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo di pendapa rumah dinas bupati setempat, Senin (13/12).

Sementara itu menurut seorang pembimbing haji daerah (PHD) Purworejo H Dandung Danadi, para jamaah haji tahun ini dari Kabupaten Purworejo sebanyak 682 orang, sebagian besar usainya sudah terbilang tua. “Jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini terhitung paling banyak yang meninggal dunia karena faktor usia,” katanya.

Dari 682 jamaah, lima orang diantaranya meninggal dunia dan dimakamkan di Mekkah, sedang seorang lagi belum kembali karena sakit. Lima jamaah yang meninggal itu diantaranya Hj Subiyati (63) warga Kelurahan Pangenjurutengah Kecamatan Purworejo, Hj Sa’adah (67) warga Desa Krendetan Kecamatan Bagelen, H Isman (77) warga Desa Loning Kecamatan Kemiri, H Amat Dasuki (87) warga Desa Tunggulrejo Kecamatan Grabag, dan Hj Suparmiyati (57) warga Desa Sidomulyo Kecamatan Purworejo.

Sumber:Krjogja

Read More......

Minggu, 12 Desember 2010

Kontes Kambing Etawa Rebut Rp 10 Juta

Liputan6.com, Purworejo: Sekitar 300 peternak kambing ras Etawa dari berbagai daerah mengikuti kontes kambing Etawa tingkat nasional di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Sabtu (11/12). Kontes ini sekaligus sebagai ajang untuk menaikkan kualitas dan harga jual kambing Etawa.

Para peserta berduyun-duyun datang untuk memperebutkan Piala Bupati Purworejo serta hadiah uang senilai Rp 10 juta. Meski tingkat nasional, peserta cuma berasal dari Pulau Jawa. Sebab populasi kambing Etawa belum berkembang di sejumlah daerah luar Pulau Jawa.

Dalam kontes kali ini dewan juri menggunakan beberapa kategori dalam menentukan juara. Di antaranya keindahan kepala, ukuran telinga, keseimbangan tubuh, kelincahan serta postur tubuh kambing. Dan hampir semua kriteria itu dipenuhi kambing-kambing milik Suparyono. Warga Desa Miri Gambar, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur keluar sebagai juara umum.

Ratusan kambing Etawa yang mengikuti kontes rata rata memiliki nilai jual sangat tinggi. Satu ekor kambing mencapai Rp 30 juta hingga Rp 100 juta.(AIS)

Read More......

About This Blog

Blog ini berisi kumpulan berita dari berbagai sumber.

Terutama yang berhubungan dengan Purworejo.

Semoga bisa membantu anda mengenal kota ini lebih dalam.

Terimakasih.

Berita Purworejo 2010 Presented By d-_-b

Back to TOP